Berpakaian yang Merubah Wawancara Kerja Jadi Petaka

Kekeliruan sekecil apa saja, termasuk “salah kostum”, bisa merubah wawancara kerja jadi mimpi buruk. Berikut kiat dari regu Qerja.com mengenai sistem berpakaian yang patut dihindari pelamar supaya berhasil diterima di perusahaan cita-cita.

Info Lowongan Kerja : https://bit.ly/2QMJT8q

1. Terlalu Menarik Perhatian

Tujuan utama Anda menghadiri wawancara mesti bukan untuk menarik perhatian, lebih-lebih yang bersifat negatif, pada penampilan Anda, bagus dengan rok ekstra pendek atau dasi dengan motif semarak.

Yang patut Anda “jual” yakni keahlian dan kepiawaian Anda, bukan kecakapan Anda memadupadankan baju. Anda tak berharap penampilan Anda menjadi satu-satunya hal yang diingat interviewer, bukan?

Pilihlah warna-warna dasar gelap sebagai kanvas bila Anda mengenakan jas atau blazer yang dipadankan dengan kemeja polos putih atau warna sederhana seperti krem. Itu pula dengan aksesoris, cukup kenakan satu yang tak menarik perhatian berlebih.

2. Terlalu Kasual

Dengan tradisi kerja kasual yang kebanyakan diadopsi startup komputerisasi, para pekerja muda kini mempunyai keleluasaan untuk bebas dari baju kerja kaku. Tetapi santai bukan berarti Anda dapat melenggang masuk ruangan dengan jeans robek dan sandal jepit, malah bila Anda melamar kerja ke perusahaan startup.

Ketika wawancara, untuk amannya, lebih bagus Anda konsisten condong ke tampilan sedikit formal, seperti kemeja formal atau blus dengan celana kain.

3. Melupakan Aspek Lainnya

Jangan sebab Anda terlalu terpaku pada baju apa yang patut Anda kenakan, Anda hingga lupa mengurus rinci-rinci kecil lainnya, seperti rambut yang semrawut atau malah bebauan tubuh. Hal-hal kecil ini akan dicokok oleh pewawancara yang tentunya akan memberi kesan negatif.

 

 

Artikel Lainnya : https://owlurl.io/VY3PY