Bangun Percaya Diri Hati Semenjak Dini

percaya diri

Banyak sistem dijalankan para organisator seni di Tanah Air untuk memajukan tarian tradisional Nusantara. Salah satunya yakni dengan menggelar acara ‘Gelar Tari Hati Indonesia 2014’ yang berlangsung di Istana Hati-buah hati Indonesia, Taman Mini Indonesia Menawan (TMII), Jakarta.

“Saat menggarap tari buah hati, para koreografer patut senantiasa punya kesadaran bahwa inspirasi dan gagasan lahir dari keseharian buah hati. Sebab biasanya koreografer orang dewasa, karenanya bagaimana mereka dapat masuk ke dalam dunia buah hati. Kesadaran ini hendaknya senantiasa ditanamkan,” ujar Hartati, salah satu juri pengamat.

Baca Juga : St Monica School Jakarta

Pementasan 16 Tarian Tempat Tradisional Di Indonesia

‘Gelar Tari Hati Indonesia 2014’ bukan kancah persaingan atau laga. Namun kancah berkreasi dan berinovasi melewati seni tari, yang melibatkan peran serta buah hati-buah hati dari pelbagai provinsi di Indonesia.

Berdasarkan Hartati, dari sisi pesan yang dipersembahkan para penampil melewati aktivitas ini telah baik, tapi eksekusinya lemah. “Kurang menggali poin kultural dari kawasan masing-masing, bagus dari sisi musik juga seputar tarinya. Kurang memahami apa yang menjadi faktor penting dari sebuah pertunjukan, seperti pemanfaatan set, properti, dan keserasian kostum,” papar Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini.

Sementara itu, Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan RI, Ridho Gunawan, mengatakan bahwa Indonesia punya keinginan besar untuk menonjolkan kreativitas buah hati via tarian tradisional.

“Kita kian yakin dikala memandang buah hati-buah hati yang cerdas, berkarakter, dan mempunyai kesanggupan berolah-rasa yang baik di panggung ini. Kalian dapat menjadi duta-duta di sekolah dan di lingkungan masing-masing. Ini menjadi tugas kalian, sampaikan hal ini terhadap yang lain di tempat, serta ajak mereka berkesenian,” pesan Ridho.

 

 

Kunjungi Juga : St Monica Kelapa Gading