Nelayan Merajalela Menangkap Ikan Pakai Kompresor Sebagai Alat Selam

las listrik

kompresor angin – Nelayan yang memakai kompresor sebagai alat tolong menyelam menangkap ikan makin merajalela di Kabupaten Aceh Singkil. Walaupun alat tolong hal yang demikian dilarang cocok Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 seputar Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 Seputar Perikanan.

Kecuali kompresor, pukat muroami disebut-ucap juga masih banyak dipakai nelayan. Walau terang-terang dilarang dipakai di semua kawasan perairan Indonesia, cocok Hukum Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71 tahun 2016 Seputar Trek Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Kawasan Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Menurut info kompresor sebagai alat tolong menyelam menangkap ikan diduga masih dipakai oknum nelayan di Kepulauan Banyak, serta Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang beroperasi di perairan Aceh Singkil. Itu halnya dengan pukat muro ami, disinyalir dipakai oknum nelayan Kepulauan Banyak.

Pelanggaran undang-undang hal yang demikian, seolah luput dari perbuatan penegak undang-undang. Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Kekuatan Perikanan Dinas Perikanan Aceh Singkil Chazali dikonfirmasi berkaitan merajalelanya pengaplikasian kompresor dan pukat muro ami, Jumat (14/9) lalu mengatakan, pihaknya konsisten bersepakat menindak tegas nelayan yang melanggar peraturan.

Malahan dalam waktu dekat akan menggelar operasi memburu pengguna kompresor sebagai alat tolong selam dan pukat muro ami. “Kami dalam waktu dekat akan menggelar operasi,” ujar Chazali. Sementara berkaitan dugaan ada oknum pejabat yang mengerjakan intervensi dalam penegakan undang-undang kepada nelayan kompresor dan pukat muro ami, Chazali ogah berkomentar.

“Aku tak berharap komentar itu, yang pasti kami komit menegakkan peraturan,” tegasnya. Bukan tanpa alasan pemerintah melarang pengaplikasian kompresor sebagai alat tolong nelayan menyelam menangkap ikan. Perbuatan itu diukur bisa berbahaya keselamatan penggunanya.

Walaupun muro ami dilarang sebab merusak karang sebagai daerah ikan berkembang biak. Lalu area tangkap pukat muro ami berdekatan dengan lokasi nelayan tradisional.

 

Baca Juga: Kompresor swan